Arus Utama Jamaah Haji Indonesia Mulai Bergerak ke Makkah

Pergerakan jamaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah akan dimulai pada hari Sabtu, 10 Mei 2025 waktu Saudi. PPIH terus mematangkan persiapan untuk menyambut kedatangan sekitar 2.800 jamaah Indonesia. PPIH telah menyiapkan 20 hotel sebagai tempat tinggal sementara para tamu Allah ini.
Kepala Daerah Kerja Makkah, Ali Machzumi, menjelaskan bahwa jamaah haji yang datang dari Madinah akan berihram di Bir Ali. Setibanya di Makkah, mereka akan transit di hotel sebelum menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan umrah wajib.

Menjelang kedatangan jamaah haji Indonesia, persiapan layanan di Makkah terus dikebut. Sebanyak 10 sektor pelayanan umum dan 1 sektor khusus di Masjidil Haram telah disiapkan untuk melayani total 203.320 jamaah. Para petugas haji pun secara bertahap tiba di Makkah dan langsung ditempatkan di sektor yang sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.

Untuk memastikan kesehatan jamaah selama berada di Tanah Suci, layanan klinik kesehatan Indonesia di Makkah akan beroperasi penuh selama 24 jam dengan fasilitas gratis. Dukungan medis ini diperkuat dengan ketersediaan 15 unit ambulans, yang terdiri dari 10 unit yang ditempatkan di Makkah dan 5 unit lainnya di Madinah. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan yang optimal bagi seluruh jamaah haji Indonesia.

Kehadiran 39 dokter spesialis yang siap memberikan konsultasi dan penanganan medis bagi jamaah Indonesia secara langsung di lokasi.  Mengingat kondisi cuaca di Kota Makkah saat ini cukup ekstrem hingga 40 derajat Celsius, jamaah diimbau untuk senantiasa menjaga kondisi fisik dengan banyak minum air agar terhindar dari dehidrasi. Penggunaan penutup kepala juga sangat disarankan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak terkait dengan ibadah.

Penting untuk diperhatikan bahwa seluruh jamaah wajib membawa kartu Nusuk mereka setiap saat. Oleh karena itu, seluruh jamaah haji Indonesia diimbau untuk memastikan kartu Nusuk dan visa haji selalu dalam genggaman demi kelancaran ibadah dan menghindari kendala akses ke Makkah. Hal ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji.