Harga Hotel di Makkah Naik 24%, Bagaimana dengan Riyadh dan Jeddah?

Perubahan harga hotel di Arab Saudi menunjukkan kondisi yang berbeda di setiap kota. Makkah menjadi salah satu kota yang mengalami kenaikan tarif cukup tinggi, dengan rata-rata harga hotel meningkat 24%. Sementara itu, tarif hotel di Madinah juga naik sebesar 5,7%.

Perbedaan ini tidak terlepas dari karakteristik masing-masing kota dan tingkat permintaan hotel. Makkah dan Madinah merupakan tujuan utama perjalanan, sehingga permintaan kamar hotel sangat berkaitan dengan aktivitas ibadah dan kunjungan jamaah.

Sementara di Riyadh merupakan pusat bisnis dan pemerintahan Arab Saudi, sehingga kebutuhan hotel banyak dipengaruhi oleh aktivitas bisnis dan pekerjaan. Adapun Jeddah memiliki pasar yang lebih beragam, mulai dari perjalanan bisnis dan wisata hingga menjadi salah satu kota penting yang menjadi akses menuju wilayah barat Arab Saudi.

Melansir Travel and Tour World, Makkah mencatat kenaikan Average Daily Rate (ADR) tertinggi. Pilihan tempat menginap di Makkah juga cukup beragam. Jamaah dapat menemukan hotel yang berada di sekitar kawasan Masjidil Haram hingga akomodasi yang terletak lebih jauh dari pusat kota dengan pilihan harga yang berbeda.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur dan penambahan properti baru terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akomodasi seiring berkembangnya sektor pariwisata Arab Saudi. Namun, bertambahnya jumlah kamar belum sepenuhnya mengubah tekanan permintaan yang berasal dari perjalanan religi.

Riyadh justru mengalami penurunan tarif hotel. ADR atau rata-rata tarif harian hotel di ibu kota Arab Saudi tersebut tercatat turun sebesar 6%. Sebagai pusat bisnis dan komersial utama di Arab Saudi, Riyadh banyak menjadi tujuan perjalanan para pelaku usaha, investor, peserta konferensi, maupun pengunjung yang menghadiri berbagai acara berskala besar.

Penurunan tarif tersebut terjadi seiring dengan bertambahnya ketersediaan kamar hotel, khususnya pada segmen kelas menengah atau mid-scale. Riyadh pun tidak hanya mengandalkan aktivitas bisnis. Kota ini juga menawarkan beragam tujuan wisata, seperti museum, pusat budaya, restoran, pusat perbelanjaan, serta berbagai tempat hiburan. 

Kondisi serupa juga terjadi di Jeddah. Kota yang berada di pesisir Laut Merah ini mencatat penurunan ADR hotel sebesar 7%, lebih besar dibandingkan penurunan yang terjadi di Riyadh. Salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut adalah bertambahnya jumlah akomodasi kelas menengah.

Letaknya di tepi Laut Merah turut memberikan daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat mengunjungi kawasan bersejarah Al-Balad, menikmati kawasan waterfront Laut Merah, hingga melihat perkembangan berbagai fasilitas dan akomodasi baru di kota tersebut.

Selain kondisi pasar di dalam negeri, perkembangan geopolitik di kawasan juga dapat memengaruhi sektor pariwisata Arab Saudi. Situasi keamanan dan perubahan kondisi regional menjadi salah satu faktor yang diperhatikan wisatawan, khususnya mereka yang merencanakan perjalanan dari jarak jauh seperti Eropa dan Amerika Utara.

Perubahan situasi kawasan dapat berdampak pada keputusan wisatawan dalam melakukan pemesanan hotel maupun perjalanan ke Arab Saudi. Hal ini membuat permintaan akomodasi di sejumlah destinasi dapat mengalami perubahan sesuai dengan kondisi dan waktu kunjungan.