Masjidil Haram Dipenuhi Ribuan Umat Muslim Shalat Jumat Kemarin

Jumat kemarin menjadi momen perdana bagi seluruh jamaah haji, termasuk yang berasal dari Indonesia, untuk menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjidil Haram. Jamaah diimbau untuk terus memperhatikan ketentuan yang berlaku selama beribadah di Masjidil Haram.

Hingga saat ini, tercatat 36.202 jamaah haji atau 93 kloter dari total 525 kloter telah tiba di Kota Mekkah. Sementara itu, gelombang kedatangan jamaah dari Madinah menuju Mekkah terus berlangsung. Jamaah yang melakukan perjalanan dari Madinah ke Mekkah akan langsung mengenakan kain ihram dan mengambil miqat di Bir Ali. Perjalanan dari Madinah memakan waktu sekitar 6 jam, hingga akhirnya jamaah tiba di Kota Mekkah dan menginap di tempat yang disediakan oleh pemerintah Saudi khusus jamaah haji. 

Setelah tiba di Mekkah, para jamaah haji akan memulai rangkaian umroh wajib yang meliputi Tawaf, Sai, dan Tahallul. Selama berada di kota suci ini  jamaah haji harus senantiasa membawa kartu Nusuk sebagai identitas resmi mereka di Kota Mekkah. Kartu ini juga berfungsi sebagai izin masuk area Masjidil Haram dan Kota Mekkah, sehingga hanya jamaah haji dan petugas haji yang diperbolehkan memasuki kawasan tersebut.

Dalam pelaksanaan Salat Jumat kali ini, selain wajib menaati ketentuan dan aturan yang berlaku di Masjidil Haram, jamaah juga dianjurkan untuk berangkat lebih awal saat akan beribadah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan dan antrean di terminal sekitar Masjidil Haram. Dengan tiba lebih awal, memungkinkan jamaah mendapatkan tempat shalat di area pelataran masjid.

Guna mencegah kepadatan yang berpotensi terjadi di terminal-terminal Masjidil Haram usai Salat Jumat, Kepala Daker Mekkah mengimbau jamaah haji Indonesia untuk tidak terburu-buru kembali ke penginapan. Ada jeda waktu sekitar satu jam yang diberikan kepada para jamaah sebelum meninggalkan area masjid setelah ibadah.

Langkah ini bertujuan untuk menghindari penumpukan jamaah di berbagai terminal di sekitar Masjidil Haram, seperti terminal Syib Amir, Jabal Ka'bah, dan Jiad. Dengan menaatinya, diharapkan arus pergerakan jamaah dapat lebih teratur dan nyaman.