Persiapan Menjelang Puncak Ibadah Haji di Tanah Suci

Berdasarkan laporan terbaru dari Tanah Suci, gelombang terakhir kedatangan jamaah haji Indonesia di Madinah telah bergerak menuju Mekkah. Sebanyak delapan kloter atau sekitar 3.267 jemaah memulai perjalanan ini setelah mengenakan pakaian ihram dan mengambil miqat di Bir Ali. Perjalanan menuju Mekkah diperkirakan memakan waktu enam hingga delapan jam.

Saat ini, kedatangan jamaah di Mekkah masih terus dinantikan, terutama untuk gelombang kedua yang dijadwalkan tiba antara 26 Mei hingga 31 Mei 2025 dari tanah airMenjelang sepuluh hari puncak ibadah haji di Arafah, berbagai persiapan terus dimatangkan. Tim gabungan yang terdiri dari Media Center Haji (MCH) dan Perlindungan Jemaah (Linjam) PPIH Arab Saudi secara intensif melakukan orientasi dan gladi posko di Jamarat Mina. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan menyeluruh dalam menghadapi jutaan jemaah yang akan bergerak ke sana. 

Kepala Bidang Linjam Arab Saudi, Harun Ar Rasyid, mengungkapkan bahwa akan ada lima posko Mobile Crisis Rescue (MCR) yang siap sedia membantu jamaah haji Indonesia di area Jamarat Mina. Kelima posko ini akan diisi oleh berbagai unsur penting, meliputi: 

  • Media Center Haji (MCH)
  • Tim Kesehatan
  • Tim Perlindungan Jamaah (Linjam)
  • Tim Lansia
Kerjasama ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang cepat dan komprehensif bagi jemaah yang membutuhkan bantuan.

Petugas PPIH Arab Saudi, khususnya di Jamarat Mina, dihadapkan pada beberapa tantangan dan potensi masalah yang harus diwaspadai. Di antara risiko yang paling umum adalah jemaah yang tersasar atau terpisah dari rombongan, serta mengalami kelelahan ekstrem. Untuk mengantisipasi hal ini, PPIH Arab Saudi telah diimbau untuk membawa obat-obatan pribadi yang dapat segera digunakan untuk membantu jemaah di lokasi. 

Hal lain yang berbeda dari pelaksanaan haji tahun lalu dengan tahun ini adalah penerapan skema Tanazul yang didukung oleh keberadaan pos pantau. Inisiatif ini merupakan upaya strategis untuk mengurangi kepadatan jamaah haji saat mabit (menginap) di tenda Mina, sebuah tantangan yang kerap muncul dalam pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Dengan skema Tanazul, para jamaah yang menginap di hotel-hotel yang berlokasi dekat area Jamarat, yaitu lokasi lempar jumrah, akan kembali ke hotel mereka setelah prosesi mabit di Mina.

Terdapat 95 kloter jemaah haji Indonesia, mencakup sekitar 37.000 jamaah. Untuk memastikan kelancaran dalam penggunaan skema Tanazul, sejumlah pos akan didirikan. Pos-pos ini akan diisi oleh petugas yang siap siaga membantu jamaah Indonesia sepanjang pelaksanaan puncak ibadah haji, yang dijadwalkan akan mulai bergerak menuju Arafah pada tanggal 4 Juni 2025