Ancaman Bom Gegerkan Penerbangan Haji Saudia Airlines

Insiden serius menimpa pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV-5276 yang membawa jemaah haji dari Jeddah menuju Jakarta. Adanya ancaman bom di dalam pesawat tersebut langsung memicu perhatian serius dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Akibat ancaman ini, pesawat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, demi keselamatan seluruh penumpang dan kru.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa PT Angkasa Pura Indonesia menerima ancaman bom pada pukul 07.30 WIB. Ancaman tersebut dikirimkan oleh pihak tak dikenal melalui surat elektronik (email) menggunakan bahasa inggris dan diduga dibuat oleh orang Bombay, India.

Untuk mengatasi dugaan ancaman bom pada penerbangan Saudia Airlines SV 5726, PT Angkasa Pura Indonesia (In Journey Airports) dengan sigap menerapkan Aviation Contingency Plan (ACP), sebuah serangkaian prosedur operasional standar yang komprehensif untuk menghadapi insiden darurat, demi menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan.

Pesawat ini dijadwalkan terbang dari Jeddah ke Jakarta (Bandara Internasional Soekarno-Hatta) dengan mengangkut 442 jemaah haji Kloter 12 JKS, dengan pembagian 207 penumpang laki-laki dan 235 penumpang perempuan. Pihak Bandara  segera mengaktifkan Ruang Pusat Operasi Darurat (EOC). Selanjutnya, mereka menghubungi seluruh anggota Komite Keamanan Bandar Udara Soekarno-Hatta agar segera berkumpul di ruang EOC tersebut. 

Pesawat Saudia SV-5726 melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu pada pukul 10.44 WIB. Saat itu Bandara Kualanamu adalah bandara terdekat untuk pesawat tersebut melakukan pendaratan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan untuk memastikan kondisi pesawat dan seluruh penumpang dalam keadaan aman.