WNI Kini Bebas Visa untuk Transit 10 Hari di Negara China

Pemerintah Tiongkok secara resmi telah memberlakukan kebijakan baru yang sangat dinanti, yaitu pembebasan visa bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan transit di China hingga 10 hari. Bagi Anda para pelancong dan pebisnis asal Indonesia, ini adalah terobosan bagus yang membuka pintu lebih lebar bagi WNI untuk menjelajahi keindahan Negara Tirai Bambu Tiongkok, bahkan saat dalam perjalanan menuju destinasi lain. Kebijakan ini tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga menawarkan peluang emas untuk merasakan sedikit budaya dan pesona Tiongkok tanpa perlu repot mengurus visa.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari laman resmi Badan Imigrasi Nasional China dan dikutip oleh media pemerintah Tiongkok pada Kamis, 12 Juni lalu. Warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan kini dapat menikmati kemudahan perjalanan ke Tiongkok tanpa visa. Kebijakan baru ini memungkinkan mereka untuk memasuki Tiongkok melalui 60 pelabuhan yang tersebar di 24 provinsi. Waktu tinggal yang diizinkan adalah hingga 240 jam atau 10 hari sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi ketiga mereka. Dengan ini, daftar negara yang memenuhi syarat diperluas menjadi 55.

Kebijakan ini melanjutkan upaya Tiongkok dalam meningkatkan perjalanan dan pertukaran internasional. Sebelumnya, Tiongkok telah mengambil langkah serupa dengan kebijakan pelonggaran visa bagi kelompok wisata dari negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memungkinkan mereka mengunjungi Xishuangbanna hingga enam hari tanpa menggunakan visa.

Xishuangbanna adalah daerah otonom di provinsi Yunnan, Tiongkok bagian selatan. Lebih tepatnya, ia dikenal sebagai Prefektur Otonom Etnis Dai Xishuangbanna. Daerah ini terkenal dengan keindahan alam tropisnya, keanekaragaman hayati, dan budaya etnis Dai yang mayoritas mendiami wilayah tersebut. Pengunjung sering datang menikmati hutan hujan tropis, kuil Buddha, dan festival lokal.

Menurut Badan Administrasi Imigrasi Nasional Tiongkok, jumlah kedatangan orang asing yang memanfaatkan fasilitas bebas visa pada tahun 2024 mencapai 20,1 juta orang. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, yakni 112,3 persen dibandingkan tahun 2023. Lonjakan ini mengindikasikan keberhasilan kebijakan bebas visa Tiongkok dalam menarik lebih banyak pengunjung internasional.