Arab Saudi Mulai Berlakukan Pembatasan Kunjungan ke Kota Suci Mekkah
Menjelang musim haji 1447 hijriah, Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Dalam Negeri resmi memperketat akses masuk ke Kota Suci Makkah mulai Senin, 13 April 2026. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi prinsip "Tidak Ada Haji Tanpa Izin" guna memastikan kelancaran ibadah tahun ini. Bukan hanya membatasi akses fisik di jalan raya, pemerintah juga menangguhkan penerbitan izin umrah melalui platform Nusuk hingga akhir Mei mendatang.
Di berbagai titik pemeriksaan yang tersebar di gerbang utama kota, petugas keamanan secara selektif hanya mengizinkan masuknya pemegang visa haji resmi, penduduk bermukim (Iqamah) wilayah Makkah, serta staf yang mengantongi izin kerja di area tanah suci. Di luar area tersebut, otoritas tidak segan-segan menginstruksikan pendatang untuk berputar balik. Pemerintah Saudi juga telah menyusun rangkaian aturan baru yang mencakup pembatasan aktivitas umrah demi menjaga ritme pergerakan jamaah.
Menurut Ichsan Marsha selaku Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, pembatasan kunjungan ini bukanlah hal baru, melainkan langkah rutin yang diambil setiap tahunnya. Ia menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi konsisten memberlakukan pembatasan akses ke Makkah setiap tahun guna menyesuaikan jumlah jamaah dengan kapasitas fasilitas yang tersedia menjelang puncak haji. Di samping itu, Ichsan mengimbau agar semua tetap waspada dan hanya menggunakan jalur haji resmi yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menekankan masyarakat tidak tergiur oleh iming-iming pihak tidak bertanggung jawab karena dengan menempuh jalur nonprosedural hanya akan merugikan jamaah, baik secara finansial maupun hukum di tanah suci. Visa haji adalah satu-satunya dokumen sah untuk beribadah, dan tidak dapat digantikan oleh visa umrah, kerja, turis, maupun ziarah. Menurutnya, penggunaan visa selain haji adalah tindakan ilegal yang berisiko memicu penolakan masuk ke Makkah hingga sanksi hukum berat dari pemerintah Saudi.
Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pihak Arab Saudi. Diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji bagi jamaah tanah air tahun ini dapat terlaksana dengan aman dan tertib di tengah ketatnya aturan baru di Kota Suci.