Dampak Serangan Bandara Saudi, Ribuan Jadwal Penerbangan Terganggu dalam 48 Jam
Hampir 1.500 penerbangan di tiga bandara utama Arab Saudi mengalami pembatalan menyusul serangan rudal yang menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada akhir pekan, 10-11 Oktober 2026. Insiden ini mengganggu operasional penerbangan di Riyadh, Jeddah, dan Dammam, serta berdampak pada perjalanan penumpang, termasuk jemaah yang berencana menunaikan ibadah umrah.
Berdasarkan data Flightradar24 yang ditinjau Gulf Business pada Senin (12/10/2026), sebanyak 871 penerbangan tercatat dibatalkan pada Minggu. Jumlah tersebut kembali bertambah sebanyak 614 penerbangan pada Senin, sehingga total pembatalan mencapai 1.485 penerbangan dalam kurun waktu dua hari.
Angka tersebut merupakan akumulasi pembatalan yang tercatat di ketiga bandara. Namun, jumlah itu berpotensi mencakup penerbangan yang sama dalam rute penghubung antarbandara, sehingga perlu diperhatikan saat menafsirkan total gangguan penerbangan yang terjadi.
Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi lokasi yang paling terdampak akibat gangguan penerbangan tersebut. Minggu (11/10/2026), sebanyak 655 penerbangan dibatalkan, atau sekitar 98 persen dari total penerbangan yang dijadwalkan beroperasi.
Sementara hari Senin, data yang tercatat hingga sekitar pukul 05.30 waktu setempat menunjukkan adanya 436 pembatalan penerbangan. Jumlah tersebut mencapai 64 persen dari keseluruhan layanan penerbangan yang dijadwalkan di bandara tersebut.
Operasional bandara sempat dihentikan sementara setelah serangan terjadi. Situasi semakin memburuk ketika laporan serangan kembali muncul, sehingga mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Arab Saudi. Gangguan tersebut juga berdampak pada Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Bandara ini mencatat 158 pembatalan dan 393 penundaan penerbangan. Pada hari berikutnya, sebanyak 115 penerbangan kembali dilaporkan dibatalkan.
Dampak serupa terjadi di Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Sebanyak 58 penerbangan dibatalkan dan 115 lainnya mengalami penundaan. Sementara itu, jumlah pembatalan penerbangan pada hari berikutnya tercatat mencapai 63 penerbangan. Gangguan ini menunjukkan bahwa dampak serangan meluas ke tiga bandara utama Arab Saudi, menghambat operasional penerbangan di Riyadh, Jeddah, dan Dammam.
Gangguan penerbangan tidak hanya menghambat mobilitas penumpang, tetapi juga berdampak pada perjalanan ibadah umrah. Sejumlah penumpang, termasuk jemaah umrah, dilaporkan tertahan akibat pembatalan penerbangan dan terhambat melanjutkan perjalanan ke tujuan mereka. Situasi tersebut turut memicu kepanikan di bandara. Televisi pemerintah Arab Saudi menayangkan rekaman puluhan jemaah yang tengah bersiap menaiki pesawat di Bandara Riyadh ketika serangan terjadi. Insiden ini menambah kekhawatiran penumpang di tengah terganggunya operasional penerbangan.
Dampak situasi keamanan tersebut juga meluas ke layanan maskapai internasional. Sejumlah maskapai menyesuaikan jadwal penerbangan, sementara Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengeluarkan peringatan keselamatan bagi operator penerbangan AS. Mereka diminta meningkatkan kewaspadaan saat terbang menuju atau melintasi wilayah udara Arab Saudi.
Peringatan FAA tersebut mempertimbangkan aktivitas militer serta potensi gangguan pada sistem navigasi yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan. Berdasarkan laporan tersebut, peringatan itu berlaku hingga 10 Desember 2026.