Awali Musim Haji 1447 H, Dua Kloter Pertama Indonesia Tiba di Madinah Hari Ini

Dimulainya kedatangan jamaah haji gelombang pertama pada Rabu (22/4/2026) di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz di Madinah bersiap menyambut dua kloter awal yang berasal dari Jakarta dan Yogyakarta. Dua kloter tersebut mengawali fase gelombang pertama tahun ini dalam memulai perjalanan ibadah haji. Sebanyak 360 jamaah dari embarkasi Yogyakarta (YIA) yang terbang menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA 6501 menjadi rombongan pertama yang disambut di Madinah. Berangkat pada Selasa malam pukul 23.40 WIB, dan tiba di Madinah  tepat pukul 06.15 waktu setempat.

Selanjutnya adalah kloter dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) yang membawa 393 jemaah bertolak menggunakan maskapai yang sama dengan nomor penerbangan GA 7301 pada pukul 00.45 WIB. Menariknya, jamaah asal Jakarta ini mendapatkan keistimewaan layanan Makkah Route atau fast track. Melalui layanan ini, prosedur imigrasi yang sebelumnya memakan waktu, kini jadi jauh lebih cepat. Jamaah hanya memerlukan waktu kurang dari 30 menit untuk melewati terminal khusus dan langsung menuju bus jemputan.

Tahun ini, otoritas Arab Saudi memberlakukan prosedur baru dalam penanganan logistik jamaah. Berbeda dengan musim sebelumnya di mana bagasi diambil melalui terminal internasional, kini seluruh koper jamaah dipusatkan di gedung khusus kargo untuk efisiensi distribusi. Selain itu, aspek pelayanan bagi jamaah lansia juga menjadi prioritas. Mengingat 50% dari total 360 jemaah kloter Yogyakarta merupakan lansia di atas 60 tahun, untuk itu fasilitas pendukung seperti mobil golf dan kursi roda telah disiagakan tanpa dipungut biaya guna menunjang mobilitas mereka dari pesawat menuju pintu keluar.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Bandara telah disiagakan secara penuh di titik-titik strategis. terutama dalam membantu mobilisasi jamaah dari terminal menuju armada bus. Tim layanan lansia dan disabilitas juga diterjunkan untuk mengawal jamaah kategori risiko tinggi agar mendapatkan pelayanan yang inklusif dan memadai. Setibanya di Madinah, seluruh jamaah gelombang pertama ini akan menjalani prosesi ibadah Arbaun serta kegiatan ziarah selama kurang lebih sembilan hari sebelum bertolak ke Makkah.

Dari sisi infrastruktur pendukung, Pemerintah Indonesia telah memastikan kesiapan akomodasi dengan menyediakan 118 hotel yang tersebar di wilayah strategis seperti Syamalia, Janubiyah, dan Gharbiyah. Dengan total kapasitas mencapai 103.000 jamaah, penginapan tersebut dipilih untuk menjamin mereka selama di Madinah. Tersedia juga armada sebanyak 6.000 bus hasil kerja sama dengan 15 perusahaan transportasi terkemuka. Tidak hanya hunian dan transportasi, aspek logistik pangan pun menjadi perhatian serius melalui penyediaan 23 dapur katering profesional yang akan menyajikan menu harian dengan cita rasa khas Nusantara selama jamaah tinggal di Tanah Suci.