Lion Air Delay 2 Hari di Jeddah, Jemaah Umroh Tertahan di Bandara King Abdul Aziz

Kinerja operasional Lion Air kini tengah disorot tajam menyusul insiden delay panjang pada rute internasional Jeddah-Jakarta. Penerbangan dengan nomor JT111 tercatat mengalami keterlambatan hingga dua hari berturut-turut. Situasi ini menyebabkan ratusan jemaah umroh tertahan di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dalam kondisi penuh ketidakpastian terkait jadwal keberangkatan mereka kembali ke tanah air.

Menanggapi insiden keterlambatan tersebut, Danang Mandala Prihantoro selaku Corporate Communications Strategic Lion Group, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh jemaah umroh. Ia memastikan bahwa keselamatan serta keamanan jemaah senantiasa menjadi pertimbangan tertinggi maskapai, kendati harus mengakibatkan ketidaknyamanan pada jadwal kepulangan dari Bandara Jeddah menuju Jakarta tersebut.

Secara teknis, kendala bermula pada pesawat dengan registrasi PK-LEH yang sedianya lepas landas pada 24 Desember 2025 pukul 20.00 AST. Namun, akibat adanya temuan yang memerlukan penanganan teknis mendalam, keberangkatan terpaksa ditunda. Proses perbaikan melibatkan pengiriman suku cadang dari Jakarta agar pesawat bisa segera kembali beroperasi. Setelah melalui pemeriksaan ketat dan dinyatakan laik terbang, jadwal keberangkatan baru akhirnya ditetapkan pada 26 Desember 2025 pukul 08.00 AST. 

Penundaan yang melampaui waktu 48 jam ini berdampak pada ratusan jemaah umrah yang sempat tertahan di area terminal keberangkatan dengan fasilitas yang terbatas. Merespons situasi tersebut, Lion Air memastikan bahwa penanganan jemaah tetap berjalan. Danang menjelaskan bahwa maskapai telah mengupayakan pemenuhan hak penumpang, mulai dari penyediaan konsumsi hingga memfasilitasi akomodasi hotel di Jeddah selama masa tunggu perbaikan pesawat. 

Insiden ini menambah panjang daftar kritik terhadap performa ketepatan jadwal Lion Air. Maskapai ini memang kerap berada di bawah radar pengawasan publik karena catatan frekuensi keterlambatan yang dinilai melampaui rata-rata standar industri penerbangan.  Khususnya pada periode libur nasional atau rute internasional dengan durasi terbang panjang.

Terlepas dari berbagai faktor pemicu keterlambatan seperti kendala teknis maupun cuaca, transparansi maskapai dalam memberikan kepastian jadwal adalah hal utama bagi para penumpang. Ketika faktor keselamatan menjadi prioritas sebagaimana yang ditegaskan Lion Air, pemenuhan hak-hak penumpang dan komunikasi yang jelas harus tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab setiap maskapai.