Lebih dari 19.000 Inspeksi Dilakukan untuk Pantau Kelayakan Akomodasi Jamaah di Tanah Suci
Keamanan dan kenyamanan jemaah menjadi prioritas utama dalam menyambut musim Haji tahun 2026. Kementerian Pariwisata Arab Saudi semakin memperketat pengawasan terhadap kesiapan fasilitas akomodasi bagi para jemaah. Tercatat, lebih dari 19.000 kunjungan inspeksi telah dilakukan di Makkah dan Madinah guna menjamin mutu pelayanan dan memastikan fasilitas penginapan telah memenuhi standar yang ditetapkan. Selain itu, pengawasan ini mencakup 11.000 pemeriksaan di Makkah, 5.000 di Madinah, serta 3.000 kunjungan khusus untuk memverifikasi kualitas layanan dan kepatuhan pada hunian sementara.
Bersamaan dengan langkah tersebut, tim lapangan juga telah melaksanakan lebih dari 3.300 kunjungan sosialisasi untuk mengedukasi para pengelola fasilitas terkait standar kualitas dan pemenuhan izin resmi. Upaya ini terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pelaku usaha serta mematangkan kesiapan sektor perhotelan secara keseluruhan. Hal ini merupakan bagian dari koordinasi besar antar pemerintah agar menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tamu Allah.
Menariknya, tahun ini Kementerian Pariwisata secara resmi mengawasi seluruh fasilitas perhotelan dan hunian sementara, sembari memperketat pengawasan langsung selama periode puncak ibadah Haji guna mencegah adanya kendala teknis. Langkah lain juga diambil pemerintah dengan memperkenalkan sistem perizinan baru khusus untuk penginapan sementara, yang memungkinkan pengelola fasilitas memperluas kapasitas daya tampung mereka secara resmi.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan setiap ruang yang tersedia tetap memenuhi standar keamanan. Guna menjamin transparansi, para jemaah juga diimbau untuk tidak ragu menghubungi Pusat Pariwisata Terpadu (Unified Tourism Center) di nomor 930 untuk mengajukan pertanyaan, memberikan masukan, atau menyampaikan keluhan terkait layanan yang diterima.