Siap-Siap Idul Adha, Arab Saudi Pantau Hilal Dzulhijjah pada 17 Mei 2026

Umat Muslim di seluruh dunia kini mulai bersiap menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Baru-baru ini, Mahkamah Agung Arab Saudi secara resmi telah menyerukan kepada seluruh umat Muslim di wilayah Kerajaan untuk ikut serta memantau hilal awal bulan Dzulhijjah 1447 H. Proses rukyatul hilal ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam, 17 Mei 2026 waktu setempat. 

Dalam pernyataan resminya, pihak Mahkamah Agung meminta siapa saja warga negara atau mukimin di Arab Saudi yang berhasil melihat hilal untuk segera memberikan kesaksian. Para saksi diminta untuk langsung mendatangi pengadilan terdekat guna mendaftarkan kesaksian mereka secara hukum di bawah sumpah. Pemantauan ini dapat dilakukan baik dengan mata telanjang maupun dengan menggunakan alat bantu optik seperti teropong atau binokular. Bagi masyarakat yang berhasil melihat hilal secara valid, Mahkamah Agung menekankan prosedur berikut:

1. Melapor ke Pengadilan, datangi kantor terdekat dari posisi Anda untuk memberikan kesaksian resmi.
2. Menghubungi Pusat Layanan.

Masyarakat kini menunggu hasil pelihatan bulan pada tanggal 17 Mei. Jika hilal muncul malam itu, bulan Dzulhijjah akan langsung dimulai keesokan harinya, yaitu Senin, 18 Mei. Ini berarti para jamaah haji akan melaksanakan wukuf di Arafah pada Selasa, 26 Mei, dan seluruh umat Muslim bisa merayakan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei.

Namun, jika cuaca buruk atau hilal belum di atas ufuk pada hari Minggu, umur bulan Dzulqa'dah akan dibulatkan menjadi 30 hari. Jika ini yang terjadi, awal Dzulhijjah mundur ke hari Selasa, 19 Mei. Otomatis, Hari Arafah baru akan berlangsung pada Rabu, 27 Mei, dan perayaan Idul Adha dilaksanakan pada Kamis, 28 Mei. 

Melalui sistem pemantauan yang melibatkan otoritas resmi dan partisipasi aktif masyarakat, Arab Saudi berkomitmen memastikan penentuan hari besar Islam ini berjalan dengan akurat. Kepastian ini nantinya akan langsung diikuti dengan persiapan logistik skala besar di Arafah, Muzdalifah, dan Mina demi kenyamanan jutaan jamaah haji dari berbagai belahan dunia, termasuk puluhan ribu jamaah asal Indonesia yang sudah berada di tanah suci.